eza ( go.. bLOG)

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah

Pertanyaan KM 5

2nd January 2010

Berikan penjelasan dan sertai dengan contoh atau alasan untuk mendukung pandangan anda tentang aspek-aspek berikut :
(perhatikan untuk menjelaskan dan bukan menterjemahkan sesuai dengan isi slide)
1.Paparan tentang knowledge yang bisa kita integrasikan dalam Knowledge Management perusahaan yaitu :
a. Product knowledge
adalah Knowledge dengan produk sebagai obyek yang dikembangkan atau yang terdapat dalam suatu perusahaan.yang berhubungan dengan product yang akan dikeluarkan, atau yang terdapat dalam perusahaan tersebut. Knowledge ini mencakup penelitian, pengembangan, serta pengoprasian knowledge itu sendiri. Knowledge ini juga merupakan pembentuk program sampai proses release sebuah product. Contohnya adalah, cara membuat product yang unik dan berinovasi pada situasi tertentu
b. Customer knowledge
Knowledge berhubungan dengan pelanggan dan apa yang dibut, yaitu tentang kebutuhan customer, referensi, serta habitual dari para konsumer. Knowledge ini sangat penting, karena menentukan apa product yang akan dibuat dan dipasarkan, terutama pada era new wave saat ini. Contohnya adalah, pendekatan ke customer tentang apa yang dia butuhkan seperti cara yang dilakukan Dell.
c. Managerial knowledge
Knowledge yang berkaitan dengan pelanggan dan hal yang berkaitan dengan knowledge yang dibutuhkan pelanggan. Knowledge ini mengacu pada kebutuhan, referensi, dan perilaku membeli konsumen serta pasar perusahaan. Contohnya adalah, sikap manager dalam mengantisipasi strategi kebutuhan pasar sehingga barang tidak langka dan dapat memenuhi kebutuhan secara nyaman dan kolektif dalam memasarkan kebutuhan yang seharusnya dibutuhkan oleh masyarakat.
2.Paparan dalam menyusun team yang diperlukan dalam membangun sebuah KM. Penjelasan fungsi dan peran dari pemilihan anggota team dan dasarnya
Pemilihan atau penyusunan team dalam membangun sebuah KM adalah berdasarkan dari kemampuan dan skill yang dimiliki oleh masing-masing sdm dan bagaimana cara memposisikannya kedalam ruang lingkup yang benar sesuai dengan pengalaman dan kemampuannya. Dan umumnya terdapat 3 poin yang dapat dijadikan faktor menilai sdm yaitu berdasarkan latar belakang pendidikan, keahlian, dan pengalaman. Hal ini berpengaruh dalam menempatkan tim sesuai dengan fungsi dan perannya. Sebagai contoh memposisikannya berdasarkan pengalaman pada bidang lama dan mengkaji kinerja dari suatu sdm tersebut untuk menilai ketercocokan sdm tersebut menempati tanggung jawab dan posisi-posisinya masing- masing
3. Jabaran usulan dalam membangun kebiasaan sharing di budaya indonesia. Usulan bisa dalam kontek masyarakat, pendidikan, organisasi atau perusahaan.
Dalam membangun sharing knowledge umumnya harus dibekali dengan pemahaman yang sangat serius yaitu bagaimana cara menerapkannya dan menjadikannya sebagai wadah sosialisasi dan kebiasaan dalam mengembangkan suatu kegiatan dan menjaga kesatuan suatu organisasi, sharing knowledge dijadikan satu komitmen dalam mengahasilkan goal atau target yang organisasi yang tentukan. Pemberian suatu reward dan bonus terhadap keyworker tertentu sangat perlu untuk dijadikan motif dalam pengembangan knowledge. dan mengajarkan dan membimbing transfer knowledge memiliki banyak keuntungan dan mengasah kepribadian dalam bersosilisasi.
4.Berikan paparan perbedaan dan hubungan antara 4 perspektif yang ada dalam Balance Scorecard. Sertakan dengan contoh !!
Finansial:
Ukuran kinerja finansial memberikan petunjuk apakah strategi perusahaan, implementasi, dan pelaksanaannya memberikan kontribusi atau tidak kepada peningkatan laba perusahaan. Tujuan finansial biasanya berhubungan dengan profitabilitas melalui pengukuran laba operasi. Tujuan finansial lainnya mungkin berupa pertumbuhan penjualan yang cepat atau terciptanya arus kas.
Pelanggan:
Dalam perspektif pelanggan Balanced Scorecard, manajemen perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan dan segmen pasar di mana unit bisnis tersebut akan bersaing dan berbagai ukuran kinerja unit bisnis di dalam segmen sasaran. Perspektif ini biasanya terdiri atas beberapa ukuran utama atau ukuran generik keberhasilan perusahaan dari strategi yang dirumuskan dan dilaksanakan dengan baik. Ukuran utama tersebut terdiri atas kepuasan pelanggan, retensi pelanggan, akuisisi pelanggan baru, profitabilitas pelanggan, dan pangsa pasar di segmen sasaran. Selain, perspektif pelanggan seharusnya juga mencakup berbagai ukuran tertentu yang menjelaskan tentang proposisi nilai yang akan diberikan perusahaan kepada pelanggan segmen pasar tertentu merupakan faktor yang penting, yang dapat mempengaruhi keputusan pelanggan untuk berpindah atau tetap loyal kepada pemasoknya. Sebagai contoh, pelanggan mungkin menghargai kecepatan (lead time) dan ketepatan waktu pengiriman atau produk dan jasa inovatif yang konstan atau pemasok yang mampu mengantisipasi kebutuhan dan kapabilitas yang berkembang terus dalam pengembangan produk dan pendekatan baru yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Perspektif pelanggan memungkinkan para manajer unit bisnis untuk mengartikulasikan strategi yang berorientasi kepada pelanggan dan pasar yang akan memberikan keuntungan finansial masa depan yang lebih besar.
Proses Bisnis Internal:
Dalam perspektif proses bisnis internal, para eksekutif mengidentifikasi berbagai proses internal penting yang harus dikuasai dengan baik oleh perusahaan. Proses ini memungkinkan unit bisnis untuk
a. memberikan preposisi nilai yang akan menarik perhatian dan mempertahan pelanggan dalam segmen pasar sasaran, dan
b. memenuhi harapan keuntungan financial yang tinggi para pemegang saham. Ukuran prosesbisnis internal berfokus kepada berbagai proses internal yang akan berdampak besar kepada kepuasan pelanggan dan pencapaian tujuan finansial perusahaan.
Perspektif proses bisnis internal mengungkapkan dua perbedaan ukuran kinerja yang mendasar antara pendekatan tradisional dengan pendekatan Balanced Scorecard. Perbedaan yang pertama adalah, bahwa pendekatan tradisional berusaha memantau dan meningkatkan proses bisnis yang ada saat ini. Pendekatan ini mungkin melampaui ukuran kinerja finansial dalam hal pemanfaatan alat ukur yang berdasar kepada mutu dan waktu. Tetapi semua ukuran itu masih berfokus pada peningkatan proses bisnis saat ini. Sedangkan pendekatan scorecard pada umumnya akan mengidentifikasi berbagai proses baru yang harus dikuasai dengan baik oleh perusahaan agar dapat memenuhi berbagai tujuan pelanggan dan finansial. Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin menyadari perlunya mengembangkan suatu proses untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau memberikan layanan yang dinilai tinggi oleh pelanggan sasaran. Tujuan proses bisnis internal Balanced Scorecard akan menyoroti berbagai proses penting yang mendukung keberhasilan strategi perusahaan tersebut, walaupun beberapa di antaranya mungkin merupakan proses yang saat ini sama sekali belum dilaksanakan. Perbedaan yang kedua adalah pendekatan Balanced Scorecard memadukan berbagai proses inovasi ke dalam perspektif proses bisnis internal, sedangkan sistem pengukuran kinerja tradisional berfokus kepada proses penyampaian produk dan jasa perusahaan saat ini kepada pelanggan saat ini. Sistem tradisional digunakan dalam upaya untuk mengendalikan dan memperbaiki proses saat ini yang dapat diumpamakan sebagai “gelombang pendek” penciptaan nilai. Gelombang pendek penciptaan nilai dimulai dengan diterimanya pesanan produk (atau jasa) perusahaan dari pelanggan dan berakhir dengan penyerahan kepada pelanggan.
Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan:
Mengidentifikasi infra struktur yang harus dibangun perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan dan peningkatan kinerja jangka panjang. Sumber utama pembelajaran dan pertumbuhan perusahaan adalah manusia, sistem, dan prosedur perusahaan. Untuk mencapai tujuan perspektif finansial, pelanggan, dan proses bisnis internal, maka perusahaan harus melakukan investasi dengan memberikan pelatihan kepada karyawannya, meningkatkan teknologi dan sistem informasi, serta menyelaraskan berbagai prosedur dan kegiatan operasional perusahaan yang merupakan sumber utama perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
5. Apa saja isi dari sebuah KM yang menurut anda diperlukan oleh perusahaan di Indonesia, berikan alasannya.
Menurut saya KM yang sangat diperlukan di Indonesia adalah :
a. Pengetahuan dan tekhnologi yang mengikuti trend zaman dan tidak ketinggalan sehingga dapat bersaing dengan unuit bisnis di pasar global dan juga mengintegrasikan kebudayaan pada suatu unit agar tidak terjadinya perpecahan dan kegagalan dalam pencapaian taget/goals yang diinginkan.
b. berinovasi dalam menggerakkan suatu perusahaan sehingga tidak monoton dan tidak berkembang
c. Transfer Knowledge dalam mengahsilkan SDM yang berkualitas dan dapat bersaing sehingga mengandalkan sdm internal tanpa dipengaruhi oleh sdm luar.
b.      Sharing Knowledge yang harus ditingkatkan karena Indonesia merupakan negara yang masih kurang dalam upaya sharing knowledge, Pada struktur atsan ke bawahan maupun sebaliknya dan juga pada bidang yang berbeda sehingga dapat terfokuskan dalam pengembangan operasional perusahaan dan meningkatkan percepatan pembangunan perusahaan ke yang lebih maju.

Berikan penjelasan dan sertai dengan contoh atau alasan untuk mendukung pandangan anda tentang aspek-aspek berikut :

(perhatikan untuk menjelaskan dan bukan menterjemahkan sesuai dengan isi slide)

1. Paparan tentang knowledge yang bisa kita integrasikan dalam Knowledge Management perusahaan yaitu :

a. Product knowledge

adalah Knowledge dengan produk sebagai obyek yang dikembangkan atau yang terdapat dalam suatu perusahaan.yang berhubungan dengan product yang akan dikeluarkan, atau yang terdapat dalam perusahaan tersebut. Knowledge ini mencakup penelitian, pengembangan, serta pengoprasian knowledge itu sendiri. Knowledge ini juga merupakan pembentuk program sampai proses release sebuah product. Contohnya adalah, cara membuat product yang unik dan berinovasi pada situasi tertentu

b. Customer knowledge

Knowledge berhubungan dengan pelanggan dan apa yang dibut, yaitu tentang kebutuhan customer, referensi, serta habitual dari para konsumer. Knowledge ini sangat penting, karena menentukan apa product yang akan dibuat dan dipasarkan, terutama pada era new wave saat ini. Contohnya adalah, pendekatan ke customer tentang apa yang dia butuhkan seperti cara yang dilakukan Dell.

c. Managerial knowledge

Knowledge yang berkaitan dengan pelanggan dan hal yang berkaitan dengan knowledge yang dibutuhkan pelanggan. Knowledge ini mengacu pada kebutuhan, referensi, dan perilaku membeli konsumen serta pasar perusahaan. Contohnya adalah, sikap manager dalam mengantisipasi strategi kebutuhan pasar sehingga barang tidak langka dan dapat memenuhi kebutuhan secara nyaman dan kolektif dalam memasarkan kebutuhan yang seharusnya dibutuhkan oleh masyarakat.

2.Paparan dalam menyusun team yang diperlukan dalam membangun sebuah KM. Penjelasan fungsi dan peran dari pemilihan anggota team dan dasarnya

Pemilihan atau penyusunan team dalam membangun sebuah KM adalah berdasarkan dari kemampuan dan skill yang dimiliki oleh masing-masing sdm dan bagaimana cara memposisikannya kedalam ruang lingkup yang benar sesuai dengan pengalaman dan kemampuannya. Dan umumnya terdapat 3 poin yang dapat dijadikan faktor menilai sdm yaitu berdasarkan latar belakang pendidikan, keahlian, dan pengalaman. Hal ini berpengaruh dalam menempatkan tim sesuai dengan fungsi dan perannya. Sebagai contoh memposisikannya berdasarkan pengalaman pada bidang lama dan mengkaji kinerja dari suatu sdm tersebut untuk menilai ketercocokan sdm tersebut menempati tanggung jawab dan posisi-posisinya masing- masing

3. Jabaran usulan dalam membangun kebiasaan sharing di budaya indonesia. Usulan bisa dalam kontek masyarakat, pendidikan, organisasi atau perusahaan.

Dalam membangun sharing knowledge umumnya harus dibekali dengan pemahaman yang sangat serius yaitu bagaimana cara menerapkannya dan menjadikannya sebagai wadah sosialisasi dan kebiasaan dalam mengembangkan suatu kegiatan dan menjaga kesatuan suatu organisasi, sharing knowledge dijadikan satu komitmen dalam mengahasilkan goal atau target yang organisasi yang tentukan. Pemberian suatu reward dan bonus terhadap keyworker tertentu sangat perlu untuk dijadikan motif dalam pengembangan knowledge. dan mengajarkan dan membimbing transfer knowledge memiliki banyak keuntungan dan mengasah kepribadian dalam bersosilisasi.

4.Berikan paparan perbedaan dan hubungan antara 4 perspektif yang ada dalam Balance Scorecard. Sertakan dengan contoh !!

Finansial:

Ukuran kinerja finansial memberikan petunjuk apakah strategi perusahaan, implementasi, dan pelaksanaannya memberikan kontribusi atau tidak kepada peningkatan laba perusahaan. Tujuan finansial biasanya berhubungan dengan profitabilitas melalui pengukuran laba operasi. Tujuan finansial lainnya mungkin berupa pertumbuhan penjualan yang cepat atau terciptanya arus kas.

Pelanggan:

Dalam perspektif pelanggan Balanced Scorecard, manajemen perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan dan segmen pasar di mana unit bisnis tersebut akan bersaing dan berbagai ukuran kinerja unit bisnis di dalam segmen sasaran. Perspektif ini biasanya terdiri atas beberapa ukuran utama atau ukuran generik keberhasilan perusahaan dari strategi yang dirumuskan dan dilaksanakan dengan baik. Ukuran utama tersebut terdiri atas kepuasan pelanggan, retensi pelanggan, akuisisi pelanggan baru, profitabilitas pelanggan, dan pangsa pasar di segmen sasaran. Selain, perspektif pelanggan seharusnya juga mencakup berbagai ukuran tertentu yang menjelaskan tentang proposisi nilai yang akan diberikan perusahaan kepada pelanggan segmen pasar tertentu merupakan faktor yang penting, yang dapat mempengaruhi keputusan pelanggan untuk berpindah atau tetap loyal kepada pemasoknya. Sebagai contoh, pelanggan mungkin menghargai kecepatan (lead time) dan ketepatan waktu pengiriman atau produk dan jasa inovatif yang konstan atau pemasok yang mampu mengantisipasi kebutuhan dan kapabilitas yang berkembang terus dalam pengembangan produk dan pendekatan baru yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Perspektif pelanggan memungkinkan para manajer unit bisnis untuk mengartikulasikan strategi yang berorientasi kepada pelanggan dan pasar yang akan memberikan keuntungan finansial masa depan yang lebih besar.

Proses Bisnis Internal:

Dalam perspektif proses bisnis internal, para eksekutif mengidentifikasi berbagai proses internal penting yang harus dikuasai dengan baik oleh perusahaan. Proses ini memungkinkan unit bisnis untuk

a. memberikan preposisi nilai yang akan menarik perhatian dan mempertahan pelanggan dalam segmen pasar sasaran, dan

b. memenuhi harapan keuntungan financial yang tinggi para pemegang saham. Ukuran prosesbisnis internal berfokus kepada berbagai proses internal yang akan berdampak besar kepada kepuasan pelanggan dan pencapaian tujuan finansial perusahaan.

Perspektif proses bisnis internal mengungkapkan dua perbedaan ukuran kinerja yang mendasar antara pendekatan tradisional dengan pendekatan Balanced Scorecard. Perbedaan yang pertama adalah, bahwa pendekatan tradisional berusaha memantau dan meningkatkan proses bisnis yang ada saat ini. Pendekatan ini mungkin melampaui ukuran kinerja finansial dalam hal pemanfaatan alat ukur yang berdasar kepada mutu dan waktu. Tetapi semua ukuran itu masih berfokus pada peningkatan proses bisnis saat ini. Sedangkan pendekatan scorecard pada umumnya akan mengidentifikasi berbagai proses baru yang harus dikuasai dengan baik oleh perusahaan agar dapat memenuhi berbagai tujuan pelanggan dan finansial. Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin menyadari perlunya mengembangkan suatu proses untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau memberikan layanan yang dinilai tinggi oleh pelanggan sasaran. Tujuan proses bisnis internal Balanced Scorecard akan menyoroti berbagai proses penting yang mendukung keberhasilan strategi perusahaan tersebut, walaupun beberapa di antaranya mungkin merupakan proses yang saat ini sama sekali belum dilaksanakan. Perbedaan yang kedua adalah pendekatan Balanced Scorecard memadukan berbagai proses inovasi ke dalam perspektif proses bisnis internal, sedangkan sistem pengukuran kinerja tradisional berfokus kepada proses penyampaian produk dan jasa perusahaan saat ini kepada pelanggan saat ini. Sistem tradisional digunakan dalam upaya untuk mengendalikan dan memperbaiki proses saat ini yang dapat diumpamakan sebagai “gelombang pendek” penciptaan nilai. Gelombang pendek penciptaan nilai dimulai dengan diterimanya pesanan produk (atau jasa) perusahaan dari pelanggan dan berakhir dengan penyerahan kepada pelanggan.

Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan:

Mengidentifikasi infra struktur yang harus dibangun perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan dan peningkatan kinerja jangka panjang. Sumber utama pembelajaran dan pertumbuhan perusahaan adalah manusia, sistem, dan prosedur perusahaan. Untuk mencapai tujuan perspektif finansial, pelanggan, dan proses bisnis internal, maka perusahaan harus melakukan investasi dengan memberikan pelatihan kepada karyawannya, meningkatkan teknologi dan sistem informasi, serta menyelaraskan berbagai prosedur dan kegiatan operasional perusahaan yang merupakan sumber utama perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

5. Apa saja isi dari sebuah KM yang menurut anda diperlukan oleh perusahaan di Indonesia, berikan alasannya.

Menurut saya KM yang sangat diperlukan di Indonesia adalah :

a. Pengetahuan dan tekhnologi yang mengikuti trend zaman dan tidak ketinggalan sehingga dapat bersaing dengan unuit bisnis di pasar global dan juga mengintegrasikan kebudayaan pada suatu unit agar tidak terjadinya perpecahan dan kegagalan dalam pencapaian taget/goals yang diinginkan.

b. Inovasi dalam menggerakkan suatu perusahaan sehingga tidak monoton dan tidak berkembang

c. Transfer Knowledge dalam mengahsilkan SDM yang berkualitas dan dapat bersaing sehingga mengandalkan sdm internal tanpa dipengaruhi oleh sdm luar.

b.  Sharing Knowledge yang harus ditingkatkan karena Indonesia merupakan negara yang masih kurang dalam upaya sharing knowledge, Pada struktur atsan ke bawahan maupun sebaliknya dan juga pada bidang yang berbeda sehingga dapat terfokuskan dalam pengembangan operasional perusahaan dan meningkatkan percepatan pembangunan perusahaan ke yang lebih maju.

Posted in Pertanyaan KM 5 | 1 Comment »

Pertanyaan Kelompok KM ke-3 (Lanjutan..)

2nd January 2010

  • Pengumpulan bagian 3 : Minggu 9
    • Bagaimana keberhasilan organizational learning dan networking dalam menunjang atau hasil dari implementasi KM di organisasi
    • Berikan gambaran umum seperti apa bentuk dashboard knowledge management untuk lini-lini yang ada diperusahaan tersebut. (dengan gambar yang mendukung akan lebih baik)
    • Apa saja nilai-nilai KM dan pembelajaran yang didapat dari kasus yang ada

Kasus:

Boeing – Philip Condit and the Boeing 777

  • Aircraft Industry
  • From design and development to production and sales

Jawaban.

Poin 1.

Keberhasilan penerapan organizational learning dan networking dalam menunjang atau hasil dari implementasi KM di Boeing bisa dikatakan cukup baik. Ini dapat terlihat dari budaya knowledge sharing yang terlaksana dengan baik, terutama pada proyek 777. Pimpinan Boeing selalu memotivasi para karyawannya dari semua tingkatan agar berani berbicara, menyampaikan pendapat atau saran, serta ikut berperan dalam pengambilan keputusan sehingga tercipta proses organizational learning pada setiap karyawan. Cara ini merupakan salah satu kunci sukses Boeing pada proyek 777.

Keberhasilan networking dalam menunjang implementasi KM di Boeing juga diperlihatkan pada proyek 777. Pesawat 777 adalah pesawat Boeing pertama yang dirancang seluruhnya secara terkomputerisasi melalui sistem Catia yang menghubungkan antar anggota tim proyek. Dalam Program 777, dua belas perusahaan yang berlokasi di 10 negara, dan 18 perusahaan amerika yang berlokasi di 12 negara bagian, dikontrak oleh Boeing untuk membantu produksi 777. Dalam pelaksanaan Knowledge Acquisition tersebut, dukungan infrastruktur networking terimplementasi dengan cukup baik sehingga mampu membantu kelancaran proyek 777 dengan maksimal.

Poin 2.

Dashboard Knowledge Management pada Boeing adalah suatu Corporate Portal yang menyediakan semua informasi knowledge di dalam perusahaan.

Untuk lini level bawah, sebuah Corporate Portal berguna untuk menampilkan informasi informasi mengenai target, deadline, hingga perancangan dan proses perakitan pesawat pada proyek 777. Knowledge ini akan sangat berguna dalam pengembangan proyek agar berjalan lancar sesuai rencana.

Pada lini manajerial tingkat menengah, Corporate Portal dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bahan laporan untuk diberikan kepada Pimpinan tingkat atas sebagai pengambil keputusan. Para manajer menengah pun dapat menyebarkan knowledge yang bermanfaat bagi perusahaan dengan lebih terbuka melalui Corporate Portal.

Untuk lini Eksekutif tingkat atas, Corporate Portal dapat sangat berguna sebagai salah satu sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan. Melalui Corporate Portal ini pula, para pimpinan dapat berbagi knowledge kepada seluruh karyawan mengenai pencapaian, posisi, kondisi, hingga keadaan perusahaan terhadap para pesaingnya di dunia industri. Penyebaran knowledge seperti ini dapat mengembangkan kreativitas para karyawan sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal kepada Boeing.

Poin 3

Nilai KM dan pembelajaran yang didapat dari kasus Boeing antara lain:

1.   Perlunya budaya keterbukaan dan Knowledge Sharing dalam suatu perusahaan.

Pada proyek 777, terbukti bahwa dengan gaya santai dan saling terbuka antar pimpinan seperti pada “Muffin Meeting”, semangat kerja dapat meningkat sehingga dapat meningkatkan pula produktivitas kerja.

2.  Pentingnya Memotivasi para karyawan perusahaan.

Manajer boeing mendorong para pekerja dari setiap tingkatan untuk berbicara, memberikan saran, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Ini dapat meningkatkan kemampuan para karyawan dan memaksimalkan potensi yang ada pada setiap karyawan.

Posted in Pertanyaan Kelompok KM (3) | No Comments »